Tahun Ini, Bolmong Sudah Koleksi 175 Kasus Pernikahan Dini

  • Share
Pernikahan Dini
Fakta menarik dan bermanfaat

BOLMONG, BUMANTARA ID – Hingga Juli 2021 ini, Kabupaten Bolmong sudah mengoleksi 175 pasangan pernikahan dini. Data tersebut berdasarkan yang terlapor di Pengadilan Agama (PA) Bolmong.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bolmong Farida Mooduto membeberkan angka jika angka ini cukuplah tinggi. Ia memprediksi akan lebih tinggi dari tahun 2020.

“Di Tahun 2020, angkanya yang paling tinggi yakni mencapai 332 pasangan, tahun ini sepertinya meningkat,” ungkap Farida.

Farida menyebut dari 175 yang pasangan yang terlapor di PA Bolmong, yang sudah diputuskan ada 169 pasang dan diberikan rekomendasi nikah di usia dini.

“Angka yang terus bertambah membuat kami khawatir sehingga kami membentuk pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga),”ucap dia.

Fakta menarik dan bermanfaat

Ia mengatakan, Puspaga dilakukan untuk memberikan bimbingan konseling kepada orang tua maupun calon pengantin.

“Salah satunya, kita menyampaikan kepada masyarakat khsusnya ibu-ibu, untuk bisa mencegah anak-anaknya melakukan pernikahan dini,” kata Farida.

Menurut dia, penikahan dini ini bisa berdampak pada peningkatan angka stunting di wilayah itu sendiri.

“Kita bisa lihat tingginya stunting di wilayah itu, risiko reproduksi, tingkat perceraian akan meningkat, hingga kekerasan dalam rumah tangga sangat beresiko,” ujar dia.

Di sisi lain pihaknya dilematis untuk mencegah hal ini. “Celah dari ruang ini, melalui persidangan di PA. Jika memenuhi syarat, maka di keluarkanlah rekomendasi untuk melangsungkan pernikahan dini ini,” terangnya.

Dijelaskan Farida, rekomendasi itu keluar karena pasangan itu sudah mendapatkan kecelakaan, seperti hamil sebelum nikah.

Untuk itu, katanya, dalam rangka upaya pencegahan pernikahan usia dini di Bolmong.

Instansi terkait seperti, Kementerian Agama, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pencatatan Sipil (Discapil), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) dan PA, dibagi tiap per kecamatan untuk memberikan bimbingan sekaligus sosialisasi terkait dampak dari pernikahan dini itu.

“Karena wilayah Bolmong yang luas, maka kita membagi tim di Kecamatan Passi Barat, Lolayan, hingga Dumoga, dimana mereka akan memberikan bimbingan pada colon pengantin di kantor KUA setempat,” pungkasnya.

Diketahui, hampir setiap hari kerja tim Puspaga Bolmong melayani bimbingan konseling, bagi calon pengantin.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *