Pemkab Bolsel Kembali Bantu 48 Unit Perahu Tuna untuk Nelayan

  • Share
Bantuan Perahu
Perahu tuna yang telah diserahkan Pemkab Bolsel unyuk nelayan. Tampak bupati dan rombongan melihat konisi perahu yang. diparkir di tepi pantai Desa Pinolosian Selatan.
IMG-20210907-WA0010
IMG-20210907-WA0011
IMG_20210907_102506
IMG_20210907_103615
IMG_20210907_103115
Fakta menarik dan bermanfaat

BOLSEL, BUMANTARA.ID — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) kembali menyalurkan bantuan perahu tangkap tuna jenis fiber 0,5 GT.

Bantuan yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Haji Iskandar Kamaru dan Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid l dipusatkan di Desa Pinolosian Selatan, Kecamatan Bolaang Uki. Selasa, 7 September 2021.

Menurut Kelapa DPK, Awaludin Lamalani, sekira 48 unit perahu bantuan yang diserahkan kepada 12 nelayan yang tersebar di wilayah Kecamatan Pinolosian Bersatu, Bolaang Uki dan Posigadan.

“Bantuan ini merupakan yang kesekian kalinya. Dari catatan kami, dalam kurung waktu lima tahun terakhir ini, kita sudah menyerahkan bantuan 194 unit perahu  kepada nelayan,” katanya.

“Perahu yang diserahkan juga kapasitas mesinlnya bervariasi, mulai dari 0,5 GT ke atas,” katanya lagi.

Fakta menarik dan bermanfaat

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid menyatakan, bantuan diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup nelayan.

“MoU kelompok harus dipertegas lagi. Jangan sampai bantuan sudah diterima kemudian dijual kembali,”sentilmya.

Wabup berharap, bantuan perahu tersebut mampu memotivasi nelayan agar lebih tekun lagi melaksanakan kerja-kerja mereka sebagai nelayan.

“Semua pekerjaan akan maju dan berhasil apabila kita tekuni. Jadi harapan saya semoga bantuan ini  mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan,” singkatnya.

Sementara itu, Bupati Haji Iskandar Kamaru juga mengatakan, dengan adanya bantuan-bantuan alat tangkap yang telah diberikan, diharapkan mampu meningkatkan hasil tangkap.

Bupati juga optimis, kedepan Bolsel kedepan  mampu menjadi daerah pengekspor ikan tuna.

“Kendati status kita sebagai daerah produsen tuna terbesar ketiga¬† di Sulut, namun Bolsel masih berstatus pengumpul ikan. Ikan dari Bolsel kebanyakan hanya dikirim Bitung, Manado dan Gorontalo,” bebernya.

“Kita akan coba menggaet investor datang mengolah ikan sini. Tentunya dengan harga bersaing. Harapan kami agar produksi ikan tuna bisa juga langsung diekspor, tentunya dengan demikian nelayan bisa merasakan keuntungan yang lebih besar,” tukasnya. (ant)



  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *