Pemkab Bolsel Dorong Komoditas Cabai Rawit, Produksi 2020 Meningkat Tajam

  • Share
cabai rawit
Fakta menarik dan bermanfaat

BOLSEL, BUMANTARA.ID – Kendati luas lahan perkebunan dan pertanian di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) tidak seluas daerah lainnya. Namun, upaya pemerintah daerah dalam mendorong produksi komoditas pertanian dan perkebunan terus digenjot.

Salah satu fokus pemerintah daerah selama beberapa tahun terakhir ini, yaitu mendorong Kabupaten Bolsel sebagai lumbung cabai rawit Sulawesi Utara (Sulut).

Hal itu pun bisa terlihat dari total produksi cabai rawit di Bolsel sepanjang tahun 2018 hingga 2020 yang produksinya mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Berdasarkan catatan Dinas Pertanian (Distan) Bolsel, produksi cabai rawit di daerah yang berada di ujung selatan Sulut itu mampu menghasilkan 400 sampai 600 ribu kilo gram (kg) tiap tahunnya (lihat chart,-red).

Pengakuan Kepala Distan Bolsel melalui Sekertarisnya, Ronald Daun menyatakan, jika melihat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Provinsi, komoditas yang didorong di rata-rata wilayah yang memiliki potensi pertanian dan perkebunan yakni jenis Pajale (Padi, Jagug dan Kedele).

Fakta menarik dan bermanfaat

“Di tengah mendorong komoditas Pajale, Pemkab Bolsel juga memberikan perhatian khusus kepada komoditas cabai rawit. Kita ingin menjadikan Bolsel sebagai ikon cabai rawit di Sulut,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Yoyo Manoppo juga mengakui, selama ini rica atau cabai rawit Gorontalo cukup tenar di pasaran. Padahal menurutnya, kebanyakan cabai di sana merupakan cabai yang dikirim dari Bolsel. “Banyakan rica di sana dari Posigadan (Bolsel) semua,” ungkapnya.

Menurut Yoyo, alasan utama cabai rawit dianggap komoditas yang layak didorong di Bolsel, karena suhu dan kontur tanah daerah tersebut sangat cocok dengan tanaman cabai. “Komoditas ini cukup menjanjikan, tinggal bagaimana kita mempertahankan harga pasar agar masyarakat lebih antusias lagi menanam cabai. Maka dari itu, perlu perananan lintas sektor,” tandasnya.

Sekedar diketahui, bentuk dukungan Pemda untuk peningkatan produksi cabai rawit di Bolsel salah satunya dengan memberikan bantuan berupa pengembangan bibit unggul dan penyediaan sarana produksi pertanian.

Tercatat di tahun 2020 lalu, Pemda Bolsel melalui Distan setempat telah menyalurkan bantuan tersebut pada 25 kelompok petani cabai. Setiap kelompok menerima bantuan sebesar Rp.26.555.000,- yang diterima dalam bentuk bibit, pupk dan sarana produksi.  

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *