Mengenal Nellie Bly, Jurnalis Investigasi Pertama di Dunia

  • Share
Nellie Bly
Nellie Bly

BUMANTARA.ID – Nellie Bly adalah seorang jurnalis investigasi selama akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Lahir pada tahun 1864, Bly adalah salah satu perempuan pertama yang menuntut kesetaraan dalam jurnalisme, dan juga salah satu jurnalis pertama yang melakukan pengamatan secara langsung dengan penyamaran yang menjadi cikal bakal jurnalisme investigasi modern.

Setelah menyelesaikan perjalanannya keliling dunia pada tahun 1890, Bly menjadi salah satu jurnalis paling terkenal di Amerika Serikat. Nellie Bly meninggal di New York City pada usia 57 tahun, namun warisannya sebagai jurnalis, aktivis, dan sebagai reformis masih dirasakan hingga saat ini.

1. Nellie Bly menjadi satu dari lima belas orang anak

Selama sekitar 20 tahun pertama hidupnya, Nellie Bly dijuluki ‘Pink’, karena kesukaannya pada warna tersebut, dan memiliki nama asli Elizabeth Jane Cochran, menurut New World Encyclopedia. Ayahnya, Michael Cochran, adalah seorang hakim kaya raya, pemilik pabrik, dan pemilik tanah. Bly lahir di Cochran’s Mills, Pennsylvania, sebuah kota yang dinamai untuk menghormati ayahnya, pada 5 Mei 1864.

Saat itu, Michael Cochran sudah memiliki sepuluh anak dari istri pertamanya, Catherine Murphy yang meninggal pada tahun 1857. Setelah kematian istri pertamanya, Cochran bertemu dan menikahi ibu Bly, seorang janda bernama Mary Jane Cummings, pada tahun berikutnya, seperti yang diungkapkan Correction History.

Pasangan itu memiliki lima anak, salah satu diantaranya Bly. Ketika Bly baru berusia enam tahun, ayahnya wafat tanpa meninggalkan surat wasiat, jadi sisa-sisa tanah miliknya dibagikan ke semua anak-anaknya. Bly dan ibunya hanya mendapatkan sedikit dari warisannya, menurut ThoughtCo.

Fakta menarik dan bermanfaat

2. Keluarga Bly pindah ke Pittsburgh untuk mencari peluang pekerjaan

Ibu Bly menikah lagi dengan seorang pria bernama John Jackson Ford, tidak lama setelah kematian Cochran. Tapi Ford sering berlaku kasar, hingga masa kanak-kanak Bly ditandai dengan ketakutan dan ketidakpastian keuangan. Tapi pernikahan itu tidak bertahan lama. Mary Jane menceraikan Ford pada Juni 1879, menurut ThoughtCo.

Di sinilah Bly mengubah namanya, ia menambahkan huruf “e” di akhir Cochran, yang menjadi Elizabeth Cochrane. Lalu, Bly menempuh pendidikan di Indiana Normal School, sebuah perguruan tinggi di Indiana, Pennsylvania, pada tahun 1879. Namun, setelah semester pertama, dia tidak mampu membayar uang kuliah dan terpaksa tidak melanjutkannya.

Menurut American National Biography, Bly pindah dari Apollo, Pennsylvania, ke kota terdekat Pittsburgh, di mana dua saudara lelakinya ada di sana. Menurutnya, mungkin ada lebih banyak peluang untuk mencari pekerjaan di kota, tetapi ia kecewa karena hanya sedikit pekerjaan untuk perempuan. Bly dan ibunya membuka rumah kos untuk membantu memenuhi kebutuhan. Bly pun bekerja sampingan, seperti mengurus rumah atau menjadi pelayan perempuan kaya.

3. Nellie Bly menulis kritikan terhadap sebuah penerbit

Terlepas dari kurangnya pendidikan formal, Bly adalah perempuan yang cerdas, memiliki tekad, dan jago menulis. Meskipun awalnya sulit untuk mencari pekerjaan menulis bagi perempuan di Pittsburgh, tapi itu tidak menghentikannya untuk menulis kritik pedas terhadap sebuah artikel yang diterbitkan di Pittsburgh Dispatch pada tahun 1880.

Berjudul “What Girls Are Good For, ” penulis karya tersebut, Erasmus Wilson, berpendapat bahwa perempuan tidak cocok bekerja sebagai penulis dan dianggap lebih cocok dalam ranah domestik, seperti yang diungkapkan Biography.

Menurut American National Biography, karena kesal membaca tulisan itu, Bly mengirim kritikan kepada editor untuk memperluas ‘lingkup perempuan’, terutama bagi perempuan yang menghidupi keluarga mereka secara finansial. Dia menandatangani kritikan itu dengan nama ‘Gadis Yatim yang Kesepian’.

George Madden, editor pelaksana Dispatch, tertarik dengan tanggapan tersebut dan meminta “Gadis Yatim yang Kesepian” itu untuk bekerja di Pittsburgh Dispatch sebagai kolumnis penuh waktu. Bly menerimanya dan menulis karya lain, berjudul “The Girl Puzzle,” tentang dampak perceraian terhadap perempuan.

Pada saat itu, sebagian besar jurnalis perempuan menulis dengan nama samaran. Elizabeth Jane Cochran mengambil inspirasi dari lagu populer karya Stephen Foster berjudul Nelly Bly, ia ingin itu menjadi nama penanya. Namun, editornya salah mengejanya dan menulis “Nellie”.

4. Nellie Bly dikirim ke pabrik-pabrik di Pittsburgh

Nellie Bly memulai karir jurnalistiknya dengan meliput kondisi suram yang dihadapi para perempuan pekerja di pabrik-pabrik Pittsburgh. Dia melaporkan kehidupan sehari-hari buruh perempuan di kota, menyelidiki pabrik-pabrik berbahaya, di mana mereka bekerja selama berjam-jam dalam kondisi tidak aman dengan upah rendah.

Namun, karena laporannya itu, Bly dilarang memasuki pabrik mereka, seperti yang dilansir History. Bly, untuk pertama kalinya — menyamar sebagai pekerja pabrik untuk terus menulis laporan. Dia terus mengekspos jam kerja yang panjang, kondisi pabrik yang tidak bersih, dan eksploitasi yang harus dialami oleh para gadis pekerja.

Menurut Your Dictionary, pekerja pabrik melakukan demo karena terinspirasi oleh Bly. Pemilik pabrik pun mengeluh kepada penerbit Dispatch. Mereka mengancam akan menarik uang iklan mereka dari surat kabar jika editor tidak menghentikan laporan Bly tentang kondisi di pabrik.

Para editor menuruti tuntutan pemilik pabrik, meskipun kemampuan investigasinya terbukti, Bly diminta menulis artikel tentang perempuan untuk Pittsburgh Dispatch. Dia ditugaskan untuk menulis tentang kecantikan, mode, dan pekerjaan rumah, daripada berita tentang masalah dan ketidakadilan yang dialami kaum perempuan.

5. Enam bulan di Meksiko

Menjadi Jurnalis Investigasi Pertama di Dunia, 12 Fakta Nellie Bly potret Nellie Bly (thoughtco.com)

Pada tahun 1886, Nellie Bly sangat bosan menulis tentang keformalitasan perempuan. Di usianya yang baru 21 tahun, Bly berhasil meyakinkan editornya di Dispatch untuk mengirimnya ke Meksiko dan menugaskannya sebagai koresponden asing, menurut History. Bly pun membawa serta ibunya. Namun, ibunya tidak tinggal lama, dan Bly menghabiskan lima bulan berikutnya di Meksiko sendirian, melaporkan budaya Meksiko dan kehidupan sehari-hari di sana. 

Bly berfokus dengan menulis penderitaan yang dialami oleh pekerja miskin Meksiko, melaporkan secara ekstensif tentang kemiskinan yang dia lihat di sana. Orang miskin yang tinggal di Mexico City lebih buruk daripada budak di Amerika Serikat, kata Bly.

Menurut ThoughtCo, Bly juga menulis tentang korupsi politik Meksiko dan mengkritik pemerintahan diktator di negara itu. Dia juga kesal ketika mengetahui seorang jurnalis lokal dipenjara karena mengkritik pemerintah Meksiko. Dia secara vokal mengkritik penangkapan itu. Ketika pihak berwenang mengetahui pelaporan Bly, mereka mengancam akan menangkapnya juga.

Bly akhirnya terpaksa meninggalkan negara itu dan kembali ke Pittsburgh, tetapi dia terus mengkritik korupsi Meksiko dan pembatasan terhadap kebebasan pers. Karya Bly tentang Meksiko diterbitkan sebagai koleksi, berjudul Six Months in Mexico, pada tahun 1888.

6. Pergi ke New York City untuk mengembangkan karir menulisnya

Setelah kembali dari Meksiko, Bly merasa kurang puas menulis untuk Pittsburgh Dispatch, yang masih berkutat dengan minat dan formalitas perempuan. Dia memutuskan untuk pergi ke New York City demi mengembangkan karirnya. Pada musim semi tahun 1887, dia meninggalkan catatan di meja editornya yang berbunyi “Dear Q.O., I’m off to New York. Look out for me. BLY,” seperti yang dikutip American National Biography.

Namun, terlepas dari ambisi dan bakatnya, Bly awalnya kesulitan mencari pekerjaan di New York. Selama empat bulan pertama, dia hampir tidak bisa menghidupi dirinya sendiri dengan bekerja lepas untuk Dispatch dari New York. Tetapi pada bulan September 1887, dia bertemu Joseph Pulitzer.

Pemilik New York World, Pulitzer, mempelopori jurnalisme investigasi jenis baru. Dia menyukai cerita-cerita sensasional dan dramatis serta dikenal. Sebab, dirinya menjadi salah satu dari sedikit penyiar yang mempekerjakan perempuan muda dengan maksud memberi kesempatan kemampuan dan kehebatan pelaporan mereka.

Pulitzer memberi Bly tugas percobaan untuk New York World, dan karya pertamanya menarik perhatian. Menurut Your Dictionary, Bly, bersama dengan editor pelaksana New York World, John Cockerill, memiliki ide agar Bly melakukan penyamaran di rumah sakit jiwa.

7. Nellie Bly rela menyamar menjadi orang gila demi laporan investigasinya

Nellie Bly menyusun tiga rencana untuk menyamar di rumah sakit jiwa. Pertama, dia mengamati dan berlatih menjadi orang gila, kemudian masuk ke rumah kos. Sesampai di sana, dia berperilaku tidak menentu dan membuat kekacauan. Polisi dipanggil, dan Bly dibawa ke gedung pengadilan, menurut New World Encyclopedia.

Bagian kedua dari rencananya dimulai keesokan harinya, dia berpura-pura amnesia hingga hakim, beberapa dokter, reporter, dan kepala paviliun di Rumah Sakit Bellevue sangat meyakini bahwa dia memang benar-benar gila. Bly akhirnya ditempatkan di rumah sakit jiwa di Pulau Blackwell di New York City (sekarang disebut Pulau Roosevelt).

Saat dia menjadi pasien, dia mengalami perlakuan yang memalukan dan tidak manusiawi, ia dimandikan paksa dengan air sedingin es ketika pertama kali tiba.

8. Ten Days in a Mad-House

Selama sepuluh hari di rumah sakit jiwa, Bly diberikan makanan yang tidak layak konsumsi, kondisi kehidupan yang buruk, serta dokter dan perawat yang kasar dan tidak berperasaan. Setelah mendengarkan cerita pelecehan dan pengabaian dari pasien lain, serta menyaksikan sendiri kondisi yang memilukan, Bly menyimpulkan bahwa pasien mendapatkan penyiksaan yang membuat mereka semakin tertekan ketimbang mendapat perawatan yang tepat, seperti yang dikutip New World Encyclopedia.

Pengacara dari New York World mengatur pembebasan Bly dari rumah sakit jiwa setelah sepuluh hari. Menurut Brainpickings, saat pembebasannya, Bly tidak tega meninggalkan para pasien menderita di rumah sakit jiwa itu.

Laporannya yang berjudul Ten Days in a Mad-House, dirilis pada Oktober 1887, Bly pun mendadak populer. Pelaporannya menyoroti perlakuan brutal yang dialami oleh pasien yang dikirim ke rumah sakit jiwa.

Bly sendiri mengusulkan beberapa reformasi untuk memperbaiki sistem. Dia membantu penyelidikan terhadap kondisi di rumah sakit jiwa, yang berhasil mendongkrak anggaran sebesar 850.000 US dolar untuk Departemen Amal dan Pemasyarakatan Umum demi meningkatkan perawatan dan kondisi di rumah sakit jiwa.

9. Nellie Bly keliling dunia dalam 72 hari

Menurut New World Encyclopedia, Bly juga menggemparkan publik pada November 1889. Terinspirasi oleh novel Jules Verne yang berjudul Around the World in Eighty Days, Bly mengusulkan kepada editornya untuk memecahkan rekor fiksi yang dibuat oleh protagonis, Phileas Fogg. Pada pukul 09:40 tanggal 14 November, dia naik kapal uap Augusta Victoria dari Hoboken, New Jersey, dan memulai perjalanannya sejauh 24.899 mil keliling dunia, yang disponsori oleh New York World.

The New York World menghasilkan keuntungan yang besar karena menerbitkan pembaruan lokasi perjalanan Bly setiap harinya. Mereka bahkan mensponsori kontes tebak-tebakan, di mana mereka meminta pembaca untuk menebak kapan Bly akan kembali, yang berhasil menebak akan mendapatkan perjalanan gratis ke Eropa. Sementara itu, seiring perjalanan, Bly menjadi selebriti internasional. Game, lagu, dan bahkan mode terinspirasi oleh Bly dan perjalanannya yang terkenal itu, seperti yang dilansir Your Dictionary.

Bly menyelesaikan sebagian besar perjalanannya sendirian, bepergian melalui Eropa, Asia, Terusan Suez, dan Ceylon dengan kapal uap, kereta api, kuda, becak, dan bahkan sampan. Sepanjang jalan, dia mengirim siaran pers untuk melaporkan perjalanannya. Bly menyelesaikan perjalanan keliling dunia dalam 72 hari, 6 jam, 11 menit, dan 14 detik, menurut Biography.

10. Nellie Bly memiliki pesaing

Selama perjalanan Nellie Bly di seluruh dunia, reporter lain dari majalah Cosmopolitan memutuskan untuk mensponsori perjalanan reporternya sendiri, membual bahwa ia bisa melakukannya lebih cepat daripada Bly dan Verne. Elizabeth Bisland memulai perjalanannya di New York dan mulai berkeliling dunia ke arah yang berlawanan, berniat untuk tiba kembali di New York sebelum Bly mencapai Hoboken.

Bly menyelesaikan perjalanannya di Hoboken, tempat yang sama ketika dia memulainya, pada tanggal 25 Januari 1890, di mana dia disambut oleh kerumunan pendukung yang bersorak. Menurut History, Bly berhasil mengalahkan Bisland dalam waktu empat hari lebih cepat, yang berhasil membuat rekor dunia pada saat itu untuk perjalanan tercepat di dunia.

11. Mengelola perusahaan manukfatur milik suaminya

Di usianya yang baru 31 tahun, jurnalis terkenal itu memutuskan untuk gantung pena. Pada tahun 1895, Nellie Bly menikahi jutawan Robert Seaman, yang berusia 73 tahun. Dia adalah pemilik perusahaan sukses, Iron Clad Manufacturing Company, yang memproduksi wadah baja. Bly meninggalkan jurnalisme untuk fokus merawat Seaman, yang kesehatannya buruk, dan membantu bisnisnya.

Bly mengambil alih sebagai kepala perusahaan setelah kematian Seaman pada tahun 1903, menurut National Women’s History Museum. Punya banyak akal, Bly memiliki beberapa ide inovatif dan bahkan menerima dua paten untuk mengembangkan wadah baru. Satu paten untuk kaleng susu yang inovatif, dan satunya lagi desain tong logam baru yang terinspirasi oleh wadah baja yang dia lihat saat dalam perjalanan ke Eropa, menurut American Oil & Gas Historical Society.

Namun, naluri bisnis Bly buruk. Menurut Los Angeles Times, dia menghabiskan sebagian besar keuntungannya untuk membangun fasilitas bagi karyawannya, di antaranya membangun arena bowling, klinik, dan dua perpustakaan. Pengeluarannya yang berlebihan diperparah oleh seorang manajer pabrik yang menggelapkan dana perusahaan. Masalah keuangan Bly terus memburuk, dan perusahaan tersebut bangkrut pada tahun 1911.

12. Nellie Bly melaporkan berita selama Perang Dunia I

Setelah Iron Clad Manufacturing Company bangkrut, dia kembali ke jurnalisme. Pada tahun 1912, dia mulai menulis untuk New York Evening Journal. Dua tahun kemudian, Perang Dunia I pecah, dan Bly menghabiskan beberapa tahun berikutnya sebagai koresponden asing, melaporkan perang dari Front Timur. Dia adalah perempuanpertama yang meliput zona perang antara Serbia dan Austria-Hongaria, di mana dia sempat ditangkap karena dicurigai sebagai mata-mata, menurut New World Encyclopedia.

Setelah perang berakhir, Bly kembali ke New York. Dia terus menulis, meliput isu-isu sosial seperti adopsi, gerakan hak pilih perempuan, dan hukuman mati. Dilansir ThoughtCo, dia menjadi seorang aktivis yang mengadvokasi hak-hak anak-anak terlantar dan yatim piatu di tahun-tahun terakhirnya dan bahkan mengadopsi seorang anak yatim pada usia 57 tahun. Menurut Los Angeles Times, pekerjaan terakhir Nellie Bly adalah kolumnis saran untuk Evening Journal. Nellie Bly meninggal karena pneumonia di New York pada 27 Januari 1922.

Bly dikenal karena laporannya yang jelas, tegas, dan memiliki kecerdasan yang tajam. Semoga semangat Bly dapat menginspirasi kita, ya, untuk menegakan nilai-nilai keadilan melalui tulisan

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *