Akibat Pandemi 2020, Produksi Ikan Tuna di Bolsel Turun 964 Ton

  • Share
Produksi Ikan Tuna
Fakta menarik dan bermanfaat

BOLSEL, BUMANTARA.ID – Dikenal sebagai produsen ikan tuna terbesar ke-tiga di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) setelah Kota Bitung dan Minahasa Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) mampu memproduksi ikan tuna ribuan ton tiap tahunnya.

Dari catatan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bolsel, sepanjang tahun 2020, semua UPI (Unit Pengumpul Ikan) Tuna yang ada di daerah tersebut secara akumulatif mengumpulkan 3.681 ton ikan tuna jenis Tuna Mata Besar, Tuna Sirip Biru, dan Tuna Sirip Kuning.

Kendati demikian, produksi 2020 mengalami penurunan yang cukup signifikan jika dibandingkan 2019. Di tahun 2019 silam, produksi ikan tuna di Bolsel mencapai angka 3.459 ton. Angka itu selisih 964 ton pada tahun 2020.

Menurut Kepala DKP Bolsel, Awaludin Lamalani melalui Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Irwan Mokodompit menyampaikan, salah satu faktor yang menyebapkan berkurangnya hasil tangkap nelayan tuna di tahun 2020 disebabkan banyak nelayan yang tidak melaut karena pandemi.

“2020 awal pandemi Covid-19, banyak nelayan yang tidak melaut. Selain itu, juga ada faktor lain berupa cuaca yang kurang bersahabat,” ungkapnnya saat ditemui di kantornya, Senin 6 September 2020.

Fakta menarik dan bermanfaat

Di tempat yang sama, Kepala DKP Awaludin Lamalani mengatakan, Pemda terus berupaya mendorong produksi ikan tuna di Bolsel. Salah satunya memberikan bantuan perahun untuk nelayan.

 “Besok, kita akan kembali menyalurkan perahu tangkap sebanyak 48 unit berkapasitas 0.5 GT untuk 12 kelompok nelayan. Semoga bantuan itu mampu mendorong kesejahteraan nelayan,” pungkasnya. (ant)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *